Newest Post

// Posted by :Sabri Sangjaya // On :Senin, 26 November 2012

CARA HARAM

Judul Spoiler:
1. RAM (Random Access Memory )

ini adalah yang paling sering dilakukan & sangat efektif. Menggunakan kertas kecil, sehingga memudahkan saat misi mencontek dilakukan. Cara ini memiliki resiko yg tidak terlalu besar. Mengapa? Kerena dengan ukuran kertas yg kecil, pergerakan saat mencontek tidaklah terlalu membuat guru curiga & juga cukup mudah menghilangkan barang bukti jika guru curiga. Jika guru mulai mencurigai kita, kita bisa langsung meremas" kertas tersebut & membuangnya jauh" atau bisa kita sembunyikan di sepatu/kaos kaki. Namun semua itu haruslah dilakukan dengan sangat cepat & hati". Cara ini tidak disarankan untuk yang duduk di depan karena sangat beresiko tinggi

2. Hard Disk

ini sangatlah beresiko tinggi. Tingkat kegagalannya juga besar. Cara ini hanya dipakai oleh pelajar yg malas (malas belajar maupun malas bikin contekan ) & mempunyai nyali tinggi. Cara ini sangat beresiko & mempunyai tingkat kesulitan yg tinggi karena butuh meja berkolong, harus membolak-balik halaman, menimbulkan suara & pergerakan yg mencurigakan. Jika ketahuan gurupun sangatlah sulit menghilangkan jejak & urusannya bisa panjang. Lagi-lagi cara ini sangat tidak disarankan bagi yg duduk depan. Contek jenis ini biasanya lebih menjanjikan, tapi kalo resiko kalo ketauan lebih bahaya, karena si pelaku contek bakal bunya barang bukti mencontek…hahah

3. Sharing And Security

cara ini juga termasuk yang paling sering dilakukan di kelas ane. Dalam cara ini ada 2 tokoh yaitu server & client. Kelas bagaikan sebuah jaringan komputer. Server haruslah orang yg pintar dalam suatu mata pelajaran. Server bertugas membagi jawaban yg ia tahu kepada para client. Di dalam kelas haruslah terdapat banyak server untuk berbagai pelajaran. Karena jika hanya mengandalkan 1 server, daya jangkaunya sangat sempit. Cara penyebaran jawaban bisa melalui sobekkan kertas, finger code (jika soal pilihan ganda), ataupun peer 2 peer (melalui percakapan tanpa suara) Cara ini tidak akan berjalan baik jika ada murid yg pelit/tukang ngibul. Cara ini butuh waktu yg cukup lama karena butuh waktu yg cukup lama karena harus melewati beberapa tahapan yaitu, proses "upload" jawaban oleh server, "download" jawaban oleh client, & proses penyebaran jawabannya. Cara ini dapat diaplikasikan untuk yang duduk depan. Resiko ketahuannya tergantung pada kekompakkan & kekreatifan dlm menyebarkan & menerima jawaban. Contek jenis cenderung lebih menyenangkan. Karena dilakukan oleh 2 kepala (atau lebih), ujian jadi (terasa) lebih ringan…

4. "Mbah Google"

cara ini bermodalkan hp & pulsa. Sebenarnya cara ini sama dengan cara no 3, bedanya cuma teknologi yg dipake lebih canggih & modern. Tapi resiko kegagalannya lumayan besar. Apalagi klo ketahuan & diambil guru tuh hp bisa" pindah kepemilikan & urusannya bisa lebih panjang dari no.

5. Spy Shot

cara ini digunakan jika teman sebangku anda pelit. Anda harus mempunyai mata yg tajam & memanfaatkan waktu secepat mungkin utk melakukannya. Kunci keberhasilan dalam menggunakan sara ini hanya 1, yaitu memperluas jangkauan mata. Cara ini kurang efektif karena biasanya orang yg pelit berusaha semaksimal mungkin utk menyembunyikan jawabannya. Dia juga punya trik" yg membuat anda tidak dpt melihat/meniru jawabannya. Dalam kasus ini, pelaku pencontek cenderung mencontek kerjaan temennya yang pinter. Tapi sering juga karena kepepet, temen yang bodoh pun tetep dicontekin. Dalam contek tipe, korban yang diconteki (biasanya) tidak sadar telah dicontek

6. System Fotocopy

ini banyak digunakan oleh para pelajar yg malas membuat contekan. Biasanya mereka mem poto kupi buku cetak / catatan. Biasanya buku/catetan difotocopy perkecil 30-40 k http://4bri.blogspot.com/2012/10/cara-unik-pelajar-jepang-menyontek.html

7. Hi - Tech

sekarang sudah jamannya teknologi. Semua sudah terkomputerisasi. Begitupun dengan mencontek. Sebenarnya cara ini sama dengan cara no. 4, bedanya hanya cara ini tdk membutuhkan pulsa. Jaman sekarang mencontek dapat menggunakan alat" canggih seperti hp ataupun jam tangan, dll. Untuk soal matematika & eksak bisa menggunakan kaluklator hp. Untuk soal b. ing/bhs asing lainnya bisa menggunakan kamus di hp. Untuk soal hafalan bisa menggunakan notes di hp atau kita bisa memotret bahan yang untuk dihafalka

8. Cari Inspirasi di WC

cara ini ni cara yg cukup ampuh jika kita sudah mentok & gak punya contekan. Biasanya anda harus bekerjasama menaruh buku/catetak/contekan lainnya di WC (tentunya di tempat yg tersembunyi). Jika anda bener" sudah mentok barulah anda pergi ke WC utk melihatnya. Jangan beramai-ramai pergi ke WC karena akan membuat guru curiga. Tapi cara ini sudah banyak diketahui oleh guru, jd sebaiknya berhati" lah! Ini adalah senjata pamungkas dalam urusan contek-mencontek (khususnya kalo selama ujian, peserta diperbolehkan untuk ke toilet). Sebelum pergi ke toilet, alangkah baiknya kamu hapalin dulu soal-soal apa aja yang ngga bisa kamu jawab, baru deh ntar di dalam toilet, kamu bebas membaca kertas contekan kamu sepuasnya! Haahahah

9. "TATTO"

Ngebatik adalah cara mencontek dengan media tangan ataupun meja. Cara ini adalah cara kuno namun cenderung efektif & cukup aman. Cara ini bisa digunakan bagi yg duduk depan, namun harus berhati" & waspada...!!!
CARA HALAL


Judul Spoiler:
  • Senangi dulu pelajaran yang diharapkan nilainya bagus. Tanpa menyenangi pelajaran tersebut, maka hasil yang diperoleh melalui belajar tidak akan maksimal. Paling tidak, jangan sampai membenci pelajarannya. Hal ini karena akan tidak mungkin seseorang bisa betah lama-lama belajar materi suatu mata pelajaran yang dibencinya, apalagi untuk memahaminya. Untuk menjadi seorang juara kelas lebih besar lagi tuntutannya karena ia harus bisa menyenangi hampir semua pelajaran di sekolah atau dengan kata lain tidak ada membenci suatu jenis pelajaran.
  • Jangan membenci guru mata pelajaran. Jika sampai kita membenci suatu guru, maka bagaimana mungkin hasil terbaik bisa diperoleh dalam memahami pelajaran yang jelas-jelas diajarkan atau disampikan oleh guru tersebut ? Tidak begitu menyukai barangkali tidak masalah, tapi jangan sampai membekas kebencian dan ketidaksukaan tersebut di hati. Usahakan minimal bersikap netral jika memang tak bisa menyukai seorang guru.
  • Pasang tekad dan niat yang besar untuk mendapatkan hasil / nilai yang bagus, dengan tentunya menyiapkan diri untuk mau dan mampu bersungguh-sungguh dan serius dalam dalam belajar, baik di sekolah ketika jam mata pelajaran berlangsung ataupun ketika di luar jam pelajaran sekolah (seperti di rumah, kursus, ketika belajar kelompok, perpustakaan, dan sebagainya).
  • Milikilah rasa ingin tahu yang besar, karena hanya orang-orang yang memiliki rasa ingin tahu yang besar dalam banyak hal lah yang akan selalu senang dalam belajar, dan selalu ingin mempelajari dan memahami hal-hal baru dan banyak hal yang ia temui. Rasa ingin tahu yang besar juga bisa menghilangkan rasa tak suka pada suatu materi pelajaran, atau rasa tak suka pada suatu guru mata pelajaran.
  • Manfaatkan dengan maksimal jam pelajaran di sekolah dengan serius mendengarkan penjelasan guru sambil mencatat beberapa keterangan dan informasi yang perlu sehingga bisa dibaca dan dipelajari ulang di lain waktu. Konsentrasikan pikiran semata-mata hanya untuk mendengarkan guru tersebut. Selain itu jangan hanya bersikap pasif hanya mendengarkan dan mencatat, tapi di saat yang bersamaan gunakanlah pikiran anda untuk memahami, berpikir dan bersikap kritis terhadap keterangan guru tersebut. Dengan bersikap aktif mendengarkan sekaligus berpikir untuk berusaha memahaminya maka artinya materi inti yang disampaikan oleh guru telah masuk di kepala anda tanpa perlu untuk bersusah payah memahaminya kelak di luar jam pelajaran sekolah apalagi ketika menghadapi masa ujian. Ketika seorang murid berkonsentrasi penuh mendengarkan penjelasan guru sekaligus berpikir maka selain ia akan memahami banyak materi tanpa susah-susah untuk belajar ulang di kemudian hari, ia juga akan bisa menemukan hal-hal yang tidak ia mengerti seketika itu juga. Maka janganlah ragu untuk bertanya seketika itu pada guru juga dengan terlebih dahulu mengangkat tangan.
  • Terkait dengan teknik mencatat ketika guru memberikan penjelasan, maka latihlah selalu kemampuan untuk menulis sambil mendengarkan penjelasan. Ada orang yang bisa menulis dengan cepat nyaris semua keterangan dari guru, tapi jika anda bisa menangkap hal-hal yang penting dan perlu maka sebenarnya itu sudah cukup. Tak perlu khawatir tentang tulisan yang berantakan dalam hal ini, karena yang paling penting adalah anda bisa memahami penjelasan guru dan menulis hal-hal yang penting yang tentunya tulisan tersebut masih bisa anda mengerti dan baca nantinya. Anda akan selalu bisa merapikan kembali tulisan tersebut setelah jam pulang sekolah.
  • Terkadang penjelasan yang disampaikan guru semuanya atau sebagiannya ada dalam buku pelajaran. Oleh karena itu disarankan untuk bisa membaca materi pada buku pelajaran tersebut terlebih dahulu sebelum guru menjelaskannya di sekolah. Selain hal ini membantu untuk memahami penjelasan yang disampaikan guru, anda juga akan terbebas dari menulis hal yang sama dengan yang telah ada dalam buku pelajaran. Kemudian tentunya, jangan lupa untuk kembali membaca buku pelajaran tersebut sepulang sekolah untuk bisa menghubungkannya dengan apa yang telah dijelaskan oleh guru di sekolah.
  • Latihlah diri untuk berpikir aktif dan bersikap kritis ketika belajar seorang diri, baik waktu membaca materi pelajaran yang baru, maupun dalam mengulang kembali apa yang telah didapat di sekolah. Belajar atau membacalah dengan tujuan untuk memahami, jangan hanya sekedar belajar dan membaca semata-mata karena waktunya belajar. Anda bisa bertanya sendiri ketika belajar dengan menggunakan kata-kata kenapa seperti ini, apa hubungannya dengan materi yang lain, untuk apa tujuannya, bagaimana caranya, siapa, dimana, kapan, dan sebagainya, intinya gunakan rasa ingin tahu anda. Hal ini juga tergolong efektif dalam memudahkan menghapal terutama bagi orang-orang yang tipenya menghapal dengan terlebih dahulu memahami materi yang dihapal (catatan : ada juga yang bisa menghapal tanpa terlebih dahulu memahami materinya).
  • Kerjakan semua tugas atau PR dari guru / sekolah dengan sebaik-baiknya. Mengerjakan PR baik yang berupa menjawab pertanyaan, menyelesaikan soal-soal yang diberikan, meringkas, dan sebagainya juga membantu anda dalam memahami materi yang diajarkan, dan juga bisa dijadikan sarana evaluasi diri sejauh mana pemahaman kita akan materi yang telah diajarkan di sekolah.
  • Bersedia untuk meluangkan waktu yang cukup untuk belajar di rumah. Semakin sering dan lama anda belajar tentu akan lebih baik. Akan tetapi tentunya juga percuma jika belajar lama tapi tak efektif. Ketika diri merasa bosan, capek, dan letih, tak ada salahnya untuk istirahat sejenak. Mengambil waktu jeda beberapa menit untuk beristirahat setelah setengah jam belajar bisa dijadikan sebuah alternatif. Menghabiskan banyak waktu untuk belajar juga jangan diartikan sampai mengorbankan waktu untuk hal-hal penting lainnya seperti berkumpul dengan keluarga, sosialisasi dengan teman, dan sebagainya. Akan tetapi aturlah waktu anda sedemikian rupa sehingga tercipta sebuah keseimbangan dan keharmonisan dalam hidup (tentunya jangan terlalu banyak menghabiskan waktu untuk bermain jika ingin mendapatkan hasil belajar yang maksimal).
  • Menyangkut poin di atas, hal itu tak terlepas dari kedisiplinan waktu. Disiplin itu mutlak perlu untuk sebuah kesuksesan hidup di bidang apa pun. Seorang pelajar yang baik tentunya harus bisa mengatur jadwal kesehariannya dengan baik, dengan memilah hal-hal yang penting dari yang tak penting, hal yang mendesak dan yang tak mendesak, dengan berdasarkan pada tujuan yang ingin ia capai. Tentunya mengatur waktu juga tak mengabaikan hal-hal dasar yang dibutuhkan manusia seperti waktu dengan keluarga, dan melakukan kegiatan positif bersama teman-teman.
  • Jangan pernah menyerah dan putus asa. Hal-hal yang belum dan susah dimengerti adalah hal yang wajar. Bahkan kehidupan itu sendiri memang penuh dengan permasalahan. Sikapilah dengan bijak kesulitan yang anda alami. Anda bisa bertanya pada guru, teman, atau mencari sumber referensi baik dari buku maupun dari internet saat ini. Apalagi jika anda belajar dengan teratur jauh-jauh hari sebelum ujian, maka masih ada banyak waktu yang tersedia untuk mencari informasi dan bertanya. Jika anda terus berusaha tanpa putus asa, hal yang susah dimengerti lama kelamaan akan bisa dipahami.
  • Untuk materi hapalan, maka aturlah waktu anda semenjak jauh-jauh hari untuk menghapalkannya dengan teratur sehingga anda siap di waktu yang dibutuhkan (waktu ujian).
  • Jika anda sudah berdisiplin dalam memanfaatkan waktu, dan belajar dengan teratur dan cukup tiap hari, maka anda tak akan perlu panik ketika menghadapi ujian dengan melakukan metode belajar kebut semalam. Ini dikarena materi pelajaran sudah melekat di kepala anda semenjak jauh-jauh hari sebelumnya. Anda tinggal mengulang kembali melihat catatan-catatan yang ada untuk memastikan ada hal yang masih tertinggal yang belum begitu dipelajari dengan baik sebelum ujian.
  • Jaga kesehatan dan kebugaran tubuh selama belajar. Tanpa tubuh yang segar dan sehat, maka anda tak akan bisa belajar dengan baik dan maksimal. Makanlah yang cukup, termasuk tentunya sebelum berangkat ke sekolah. Ketika belajar lama di rumah jangan sampai anda melupakan waktu makan. Beristirahat di waktu malam juga harus cukup waktunya, dan hindari begadang sampai tengah malam. Jangan lupakan berolahraga, karena dengan olahraga peredaran darah dalam tubuh termasuk ke otak akan lancar, dan tubuh menjadi segar sehingga lebih mudah menyerap pelajaran di sekolah. Kemudian anda juga bisa melakukan hobi-hobi positif yang membuat jiwa dan pikiran anda senang lainnya, tentunya dengan berdisiplin waktu.
  • Jangan lupa selalu berdoa dan mendekatkan diri pada Yang Maha Kuasa untuk diberi kemudahan dalam belajar, dan tercapai cita-cita yang diharapkan.
  • Catatan tambahan untuk menjadi seorang juara kelas : memiliki ambisi untuk mengalahkan teman yang lain dalam hal nilai pelajaran adalah sebuah hal yang bagus. Karena hanya dengan ambisi lah seseorang bisa memperoleh sesuatu yang besar. Akan tetapi ada hal yang jauh lebih bagus daripada ambisi untuk semata-mata mengalahkan orang lain, yakni ambisi untuk selalu melakukan hal terbaik yang kita bisa, ambisi untuk selalu menyempurnakan diri kita sendiri. Sebuah ambisi yang memfokuskan atau memberi target pada diri sendiri tanpa terlalu berpikir banyak menyangkut orang lain ini memiliki banyak kelebihan daripada ambisi sekedar mengalahkan orang lain, di antaranya adalah tidak menimbulkan rasa sakit hati dan iri pada orang lain yang kebetulan saat ini lebih sukses dari kita. Selain itu, hanya memfokuskan diri melihat orang lain hanya akan membuat badan dan pikiran capek, akibatnya daya tahan pun akan sebentar dan akan ada masanya ambisi menjadi juara itu akan menurun, sehingga kestabilan prestasi tak bisa dipertahankan. Sebaliknya, hanya fokus pada diri sendiri tanpa melihat orang lain dengan memberi target tertinggi pada diri pribadi dan selalu mengarah pada kesempurnaan diri dari waktu ke waktu (walau pastinya kesempurnaan tak akan pernah dicapai) akan menjadikan hal tersebut menjadi sebuah kebiasaan, dan membuat anda selalu berada dalam level tertinggi dalam segala hal, termasuk menyangkut prestasi dalam kelas. Hal ini akan bertahan lama, kalau boleh diistilahkan : tak akan lekang oleh zaman dan tak akan lapuk oleh hujan. Prinsip seperti ini terbukti telah menjadikan seseorang (kisah nyata) berprestasi, mampu menjadi juara kelas, bahkan juara umum dalam jangka panjang semenjak sekolah dasar hingga perguruan tinggi dalam level tertinggi (selalu kelas unggulan, sekolah terbaik), walaupun di sekelilingnya banyak orang-orang yang lebih jenius. Orang seperti ini pun juga akan tetap disukai oleh semua teman-temannya karena ia akan tetap mau berbagi, dan tak akan khawatir jika orang lain mendapatkan hasil yang baik, semata-mata karena ia tak mau memikirkan kedudukan orang lain tapi memfokuskan diri pada peningkatan kemampuan diri dalam level terbaiknya.

sumber : berbagai sumber

{ 2 komentar... read them below or Comment }

// Copyright © 2012 Pakdhe Girang //Anime-Note//Powered by Blogger // Designed by Johanes Djogan //